Jumat, 09 Januari 2015

Manfaat Daun Seledri

Daun Seledri atau orang kadang menyebutnya juga dengan Daun Sop ini memiliki nama latin Apium graveolens, Tumbuhan ini biasanya di jadikan sebagai salah satu bumbu makanan atau masakan tak terkecuali di Indonesia. Seledri sudah di kenal sangat lama di Peradaban dan tidak di ketahui secara pasti mengenai di mana tumbuhan ini berasal, Nah untuk Indonesia tumbuhan Seledri ini masuk ke Indonesia mealui Orang-orang Belanda pada zaman Penjajahan dahulu, yang mana pada Zaman Dahulu tumbuhan ini di manfaatkan sebagai penyedap Sup, Oleh karena itulah banyak orang di indonesia kadang menyebut daun Seledri ini sebagai Daun Sup atau Daun Sop. selain untuk Masakan ternyata daun seledri juga memiliki manfaat yang beragam untuk Kesehatan tubuh maka dari itu pada kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas mengenai Manfaat Daun Seledri ini.


Manfaat Daun Seledri
Ilustrasi Daun Seledri

Siapa sangka jika di balik daunnya yang hijau dan bertextur yang acak juga memiliki manfaat yang terkandung di dalamnya yang Luar biasanya banyak, salah satunya yang sering di sebut adalah kemampuan Daun seledri untuk menambah jumlah air kencing, dalam artian membuat air kencing menjadi lancar. Nah berikut Beberapa Khasiat Seledri yang bisa Anda Ketahui.

Sumber : http://manfaattumbuhanbuah.blogspot.com/2013/11/manfaat-daun-seledri.html

Sabtu, 27 Desember 2014

Buah Kelengkeng, Obat Penenang Alami


Buah Lengkeng
Benarkah buah lengkeng dapat dimanfaatkan sebagai obat penenang alami? Anda tentu tak asing dengan buah yang bernama lengkeng atau kelengkeng. Buah ini merupakan salah satu jenis buah musiman eksklusif yang favorit dan banyak digemari, terutama untuk suguhan bagi para tamu pejabat saat berkunjung ke suatu daerah. Daging buahnya yang tebal dan rasanya yang manis menjadikan buah ini amat baik sebagai sumber energy untuk tubuh. Terlebih faedah buah lengkeng juga amat banyak.

Untuk memenuhi dan mencukupi tingginya kebutuhan terhadap buah ini, lengkeng atau kelengkeng juga kerap dibikin dalam bentuk makanan kaleng atau jadikan sirup. Tanaman lengkeng yang cuma dapat tumbuh baik di dataran yang tinggi serta agak dingin ini juga dikenal banyak faedahnya, baik dari akar, kayu, sampai daunnya. Penduduk China yang populer dengan penyembuhan herbalnya sudah lama memakai tanaman lengkeng sebagai obat.

Kandungan dan Faedah Lengkeng

Buah lengkeng kaya dengan kandungan gizi yang amat baik untuk kesehatan. Kandungan gizi utamanya yaitu energi, terutama yang berasal dari sukrosa serta glukosa yang menjadikan  buah lengkeng terasa manis. Buah lengkeng juga banyak memiliki kandungan gizi yang lain, diantaranya protein, lemak, vitamin A dan B, serta beragam senyawa yang lain.

Dengan kandungan gizinya tersebut, faedah buah lengkeng adalah untuk menambah nafsu makan, menambah stamina dan daya tahan tubuh, melancarkan proses pencernaan, menangani  dan mengatasi penyakit cacingan, mengobati hernia, keputihan, menguatkan limfa, menambah serta melancarkan sel-sel darah merah. Buah ini juga amat baik untuk melindungi kesehatan mata, kesehatan usus serta menolong penyerapan gizi makanan oleh tubuh.

Tak hanya buahnya, sisi lain dari pohon lengkeng juga bisa digunakan sebagai obat. Daunnya berguna untuk mengobati radang serta mengobati demam tinggi, namun akar pohon lengkeng bermanfaat untuk melancarkan aliran darah serta sebagai peluruh kencing.

Sedangkan biji lengkeng yang berupa bulat hitam juga bermanfaat dalam dunia pengobatan serta kerap digunakan untuk menghentikan pendarahan serta pembasmi rasa sakit. Kandungan saponin di dalam biji buah lengkeng nyatanya juga bermanfaat bagi dunia industry, utamanya untuk pembuatan sampo.

Lengkeng untuk Obat Penenang 

Kandungan mineral serta fitokimia di dalam buah lengkeng juga bermanfaat sebagai penenang serta melindungi kesehatan jantung. Beberapa tabib China biasanya memakai buah lengkeng saat membantu menangani pasien yang mengalami ketegangan saraf, jantung berdebar, ataupun kelainan jantung.

Dalam banyak penelitian juga ditemukan faedah buah lengkeng saat membantu menangani dan mengatasi kegelisahan, sukar tidur, masalah gangguan konsentrasi, dan untuk mengendurkan saraf. Dengan begitu banyak manfaat buah lengkeng, maka buah ini amat baik dikonsumsi oleh para wanita karier, eksekutif, ataupun pekerja keras yang kerap mengalami stress dan ketegangan.

Nah, bila anda tengah stress, gelisah, atau tengah mengalami kelelahan psikis disebabkan pekerjaan yang menumpuk maupun dikejar target, mengapa tidak memakan buah lengkeng ? Buah yang manis ini sangat enak dijadikan sebagai camilan yang fresh ataupun dibikin jus. Manis, fresh, serta dapat menenangkan pikiran tanpa takut ada efek samping, namun tentunya tanpa perlu mengkonsumsi secara berlebihan.
 
Sumber : http://triksehatbugar.blogspot.com/2013/07/buah-lengkeng-obat-penenang-alami.html

Rabu, 24 Desember 2014

Putri Malu (Tanaman Liar yang Bermanfaat)

Tumbuhan Putri Malu atau si kejut, rebah bangun, Biasa terdapat dan tumbuh di pinggir jalan, pekarangan rumah yang banyak rumputnya, tanah lapang. cepat berkembang biak, tumbuh tidur di tanah, kadang-kadang tegak. Batang berbentuk bulat, berbulu dan berduri. Daun kecil-kecil tersusun majemuk, bentuk lonjong dengan ujung lancip, warna hijau terkadang ada yang warna kemerah-merahan.
    
Bila daun disentuh akan menutup (sensitif plant). Bunga bulat seperti bola, warna merah muda, bertangkai. Sinonim : Mimosa asperata, Blanco. Familia : Mimosaccae

Manfaat Putri Malu :
Bagian tanaman yang digunakan : 
Daun, akar, seluruh tanaman, segar atau yang dikeringkan. 

Manfaat sebagai obat alami: 
1. Susah tidur (insomnia). 
2. Radang saluran nafas (bronchitis). 
3. Panas tinggi pada anak-anak. 
4. Herpes (radang kulit karena virus). 
5. Cacingan (ascariasis). 
6. Rheumatik.

Jumat, 19 Desember 2014

Asal Mula Obat Herbal di Indonesia

Pemanfaatan tanaman sebagai obat-obatan juga terjadi di Indonesia sejak ribuan tahun yang lalu. Dahulu, nenek moyang kita menggunakan tanaman untuk obat. Sejarah penggunaan tanaman obat pada 772 M tercatat dalam dokumen tertua, yaitu ukiran obat di Candi Borobudur. Hal yang sama juga ditemukan di Candi Prambanan, Candi Panataran, dan Candi Tegalwangi. Dalam rentang waktu tahun 991-1016 M, perumusan obat dan pengekstrakan obat dari tanaman, ditulis pada helai-helai daun kelapa. Di Bali, tulisan tersebut dikenal dengan nama Lontar Usada. Sedangkan di Sulawesi Selatan, terdapat pula tulisan-tulisan ramuan yang disebut LontarakPabbura.
Namun secara pencatatan, pengunaan tanaman obat ini belum terdokumentasi dengan baik. Baru pada pertengahan abad ke-17, seorang ahli tanaman bernama Jacobus Rontius (1592 – 1631) mempublikasikan khasiat tanaman obat dalam bukunya De Indiae Untriusquere Naturali et Medica. Walaupun hanya terdapat 60 jenis tanaman obat yang diteliti, namun buku ini menjadi landasan dari penelitian tanaman obat yang dilakukan oleh N.A. van Rheede tot Draakestein (1637 – 1691) dalam bukunya Hortus Indicus Malabaricus. Kemudian, pada tahun 1888 di Bogor didirikan Chemis Pharmacologisch Laboratorium sebagai bagian dari Kebun Raya Bogor dengan tujuan meneliti bahan-bahan atau zat-zat yang terkandung di dalam tanaman yang dapat digunakan untuk obat-obatan. Selanjutnya penelitian dan publikasi mengenai khasiat tanaman obat pun semakin berkembang.
Sejarah tanaman obat atau herbal di Indonesia berdasarkan fakta sejarah adalah obat asli Indonesia. Catatan sejarah menunjukkan bahwa di wilayah nusantara dari abad ke 5 sampai dengan abab ke 19, tanaman obat merupakan sarana paling utama bagi masyarakat tradisional kita untuk pengobatan penyakit dan pemeliharan kesehatan. Kerajaan di wilayah nusantara seperti Sriwijaya, Mojopahit dan Mataram mencapai beberapa puncak kejayaan dan menyisakan banyak peninggalan yang dikagumi dunia, adalah produk masyarakat tradisional yang mengandalkan pemeliharaan kesehatannya dari tanaman obat.
Banyak jenis tanaman yang digunakan secara tunggal maupun ramuan terbukti sebagai bahan pemelihara kesehatan. Pengetahuan tanaman obat yang ada di wilayah Nusantara bersumber dari pewarisan pengetahuan secara turun-temurun, dan terus-menerus diperkaya dengan pengetahuan dari luar Nusantara, khususnya dari China dan India. Tetapi dengan masuknya pengobatan modern di Indonesia, dengan didirikannya sekolah dokter jawa di Jakarta pada tahun 1904, maka secara bertahap dan sistematis penggunaan tanaman obat sebagai obat telah ditinggalkan. Dan telah menggantungkan diri pada obat kimia modern, penggunaan tanaman obat dianggap kuno, berbahaya dan terbelakang.
Sebagai akibatnya masyarakat pada umumnya tidak mengenal tanaman obat dan penggunaannya sebagai obat. Namun masih ada sebenarnya upaya yang melestarikan dan memanfaatkan tanaman obat dalam dokumentasinya seperti K. Heyne, menulis buku ” Tanaman Berguna Indonesia “,. Dr. Seno Sastroamidjojo, dengan bukunya ” Obat Asli Indonesia “. Dan beberapa upaya mengembangankan pengetahuan tanaman obat Indonesia dan aplikasinya dalam pengobatan. Saat ini obat herbal digunakan di klinik pengobatan Tradisional RS.Dr.,Sutomo Surabaya dan beberapa rumah sakit besar di Jakarta juga sudah menyediakan obat herba
 
Sumber : http://bukanbasoo.blogspot.com/2011/10/asal-mula-tanaman-obat-indonesia.html

 

YM Status

Follower

Kontributor

Onlinecasino.us